Too much a show-off to be an introvert, too shameful to be an extrovert.

 

"… now it’s fading. an obvious big gap there, now. not pretty much a trouble no more, then." 

Is this the fate that half of the world has planned for me?

Vampire Weekend - Unbelievers

The unlikely lad (2)

… dan terjadi lagi ….

haha! kumulai lagi dengan tawa sinis. dua hari; aku melakukan kesalahan yang sama dalam dua hari, terhadap orang yang sama. sepertinya begitu, karena aku sendiri tidak mengerti. entahlah, aku mengerti tapi sebenarnya tidak. begitulah adanya, kondisi menyebalkan yang takpernah kupahami.

aku seringkali bertanya mengenai kondisi sosial yang terjadi di sekitarku, mencoba memahami, mencoba memaklumi, mencoba bersikap plegmatis. mungkin aku secara teoretis terkesan mengerti bagaimana dinamisnya lingkungan sosial sekitar, tapi dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan luaran berupa sikap dan kelakuanku, jelas aku bukan orang yang seperti itu. aku ingin sekali mengutip satu baris lirik dari sebuah lagu: sociability; it’s hard enough for me

ya. hari ini. aku lagi-lagi mengecewakan. mengecewakan sosok yang telah memberikanku banyak pelajaran. dengan hal yang serupa. dengan solusi yang sudah jelas ada di pelupuk mataku, aku masih tidak bisa mencegah kekecewaan untuk terus berlanjut. mungkin karena memang aku, secara mutlak, bodoh. terlalu bodoh untuk memahami seseorang. terlalu bodoh untuk memahami keadaan. terlalu bodoh untuk memahami dinamika. seperti terisolasi. memang terisolasi oleh semua yang aku punya dalam bayanganku.

untuk kamu: maaf; bukannya menyembuhkan, malah kuhadirkan kembali kekecewaan itu. maaf; bukannya menyebar manfaat, malah kuhadirkan kembali sesuatu yang menghabiskan waktu dan energimu yang menahan hasrat yang ingin memakan perasaan senangmu. maaf; bukannya menuju kebaikan, malah kukembangkan lagi kebodohan atas sikap yang muncul sebagai seorang teman. ah, sudah terlalu banyak kata maaf dariku. layaknya uang yang terus menerus dicetak, kata maaf dariku mungkin semakin tidak ada artinya di telinga, mata, dan pikiranmu. cukup sampai di sini saja aku berputar-putar di dimensi ini.

dan untuk semua orang di dunia ini, baik sudah mengenal atau belum, kuharap kalian tidak mengenaliku terlalu jauh, jika kalian menginginkannya. yah, aku jelas yakin tidak akan ada yang seperti itu, hanya mengasumsikan kemungkinan terburuk. karena yang sudah sudah selalu berakhir dengan buruk. terlalu buruk untuk tetap abadi dalam memori kalian. 

yah, siapalah aku ini……. hanya seseorang yang terasing dan terisolasi dalam satu waktu dari pikirannya sendiri.

The unlikely lad you never wish to be a friend

Yes. It was not even a bad thing to start something over. It was a disaster. Terrible.
Iya terkadang aku memang tau jawaban dari suatu pertanyaan yang muncul, entah disadari atau tidak, entah disengaja atau tidak, entah tentang suatu hal yang jelas atau abstrak, entah tentang orang lain atau diri sendiri.
Maaf, aku selalu menjadi orang yang paling mengecewakan. Tinggalkan saja. Aku, yang selalu bertanya2 mengenai diriku sendiri dan bahkan menjawab pertanyaanku sendiri dengan jawaban yang relatif benar, takpernah takbingung untuk bersikap, berperilaku, entah ke luar maupun ke dalam diri sendiri, layaknya seseorang yang tidak punya jawaban atas pertanyaannya.
Jelas hal ini bukan sesuatu yang bisa dimaklum oleh siapapun termasuk kamu, dan aku tidak bermaksud untuk meyakinkanmu bahwa aku takkan pernah mengecewakan siapapun lagi, karena aku pun 99.99% tidak yakin bahwa aku bisa. Lagipula, sudah terlampau banyak kata maaf terlontar dari mulutku dan terlalu banyak excuse dari dirimu. Aku hanya ingin meyakinkan alam bawah sadarku bahwa aku pantas untuk ditinggalkan semua yang aku kecewakan.

Standing on My Own Again

Standing on the shore watching our ship go down
Sinking in the sand and I can’t turn around
Future’s looking black and it’s a sight to see
Just a thousand grey waves crashing over me
Just a thousand grey waves breaking over me

Now it’s happening to me
Why can’t I ever see?
Am I gonna let you leave without a sound?
Watching ‘til you’re out of sight
Dreaming I did something right
Standing on my own again

Water in my lungs and it’s a pain to breathe
Salt is in my eyes and it’s a pain to see
I can’t stand the pressure though you think I can
Just don’t wanna see it going down the pan
Just don’t wanna see it going down the pan

Now it’s happening to me
Why can’t I ever see?
Am I gonna let you leave without a sound?
Pushing you to your wit’s end
Guess I’m gonna lose a friend
Standing on my own again

Now it’s happening to me
Why can’t I ever see?
Am I gonna let you leave without a sound?
Watching ‘til you’re out of sight
Dreaming I did something right
Standing on my own again

written by: Graham Leslie Coxon

https://www.youtube.com/watch?v=fZn18rLlEXk

random premise

hari ini habis walking-walking sekitar kampus, menuju pulang sih, sambil dengerin lagu dari ipod lewat earphone. terus aku merasa keren. menurutku, definisi keren itu adalah ketika kamu jalan sendirian dengan tatapan kuat ke depan, ditambah dengerin lagu There There-nya Radiohead, nyummmmm……

aku abis nulis apa barusan… sampah sekali. buat yang baca, anggap aja ga baca ya. 

Apollo-G

The times are funny yet strange in the other side. They are a-changing. There were bad days, bad weeks. The colour was wildly distorted in this universe that time. Too much noises off the painting. Distorted to the gloom.

Swinging? No, that doesn’t match quite right to the colour. It might be either converging or diverging, but oscillating was the word that was certain. The gloom should have known, I presume?

The gloom might have perceived it as inappropriate to what had been going on, but there is one thing: no matter how distorted and oscillating the colour was, there were no lies the colour had pictured to gloom.

Yes, the colour was sorry for the disappointing moment, disappointing picture, to the disappointed gloom. Distortion and oscillating condition may probably continue, but no more chances to darken the gloom. Hope that the two of them fulfill each other appropriately like before.

The worst trait any potential lover could have is “clingy.” You need your space like you need air to breathe. It’s essential. If they need to be around you all the time? Dealbreaker.

thoughtcatalog.com

Cara mencintai yang paling baik adalah dengan tidak membuat orang yang kamu cinta terbebani dengan cintamu.